Sunday, April 29, 2012

Konser Greyson Chance - April 20th, 2012 (Part 2)

Selama gue di dalam lift ke lantai 2, gue dan Ibin dikeruminin abang-abang yang tampangnya serem banget. Bau pula badan mereka. Hidih. Akhirnya sampai di lantai 2, kita langsung jalan mengikuti orang-orang yang hendak nuker tiket. Setelah sampai ke tempat yang dituju, mata kita sempat nyebar kemana-mana. Banyak banget barang-barang Greyson Chance yang dijual, murah-murah pula. Giliiiiing bisa abis nih duit gue, jangan beli deh. Yang penting nanti ketemu Greyson pas signing session, hahaha.

Gue nuker tiket gue dengan gelang warna pink, sedangkan Ibin gelang warna ungu. Setelah itu, kita langsung lari ke lift dan naik ke lantai 3 dan dilanjutkan dengan menaiki eskalator 5 kali sampai lantai 8. Sadis. Selama menaiki eskalator, ada bapak-bapak bertampang arab, tinggi banget coy. "Sorry, ini saya nuker tiket anak saya. Anak saya masih di jalan mau kesini, tapi tiketnya ada di saya dan udah saya tuker jadi gelang," katanya ke seorang mas-mas dari pihak promotor. "Oh iya, tunggu sebentar di sini ya, Pak," katanya. Alhasil, bapak-bapak Arab itu harus nunggu dan gue langsung nyelonong ngelewatin dia.

Sesampainya di lantai 8, gue terpaksa harus misah sama Ibin karna gue duduk di kelas pink dan Ibin di kelas ungu. "Daaaah! Nanti kalo udah selesai langsung BBM gue ya, Lin! Ping!" kata Ibin sambil berjalan ke arah yang lain. "Sip! Daaah! Nanti gue bbm!" kata gue sambil melambai-lambai. Wah, telat beneran ini. Venue nya udah kosong semua, cuma ada security guards jagain pintu. Gue menunjukkan gelang gue sebelum diperbolehkan masuk ke dalam ruangan konser. Terdengar suara teriakan histeris Enchancers Indonesia yang bikin bulu kuduk berdiri.

Eh, ternyata gue kelewatan konsernya Camryn! Yah... sedih. "Gapapalah, yang penting signing session engga kelewatan" batin gue. Sampai di dalem, gue disamperin mbak-mbak cantik yang bawa senter kecil. Udeh kayak di bioskop ajedah. "Duduknya dimana?" tanya dia. "G-34, mbak." kata gue sambil menunjukkan tiket. "Oh, nanti jalan lewatin barisan A terus sampe barisan ke 30an, belok kanan, cari barisan G ya." jelasnya sambil memainkan senter kecilnya. "Okay, makasih ya, mbak." kata gue dibalas dengan senyuman ramahnya yang terilihat di remangnya ruangan (eaa). "excuse me, sorry." itulah kata-kata yang bisa gue keluarin. Bukan bermaksud buat sok bule, tapi orang-orang yang gue lewatin adalah orang India dan gue ngga yakin kalau mereka ngerti bahasa Indonesia. Setelah mengikuti apa yang dikatakan mbak-mbak tadi, akhirnya kursi gue ketemu. Duduk di antara enchancers yang engga gue kenal emang agak awkward. "GREYSOOOOOOON!" teriak mereka, gue cuma bisa nengok ke arah mereka sambil membuka mata gue lebar-lebar. Ini baru konser Greyson, gimana konser Bieber ya....

Selama nungguin Greyson, gue twitteran, dikit-dikit teriak, terus dikit-dikit senyumin kamera-kamera media yang ada di depan kursi VIP. Norak ya. Hahaha gapapa, toh juga orang-orang di sekitar gue engga kenal gue siapa. 30 menit berlalu, sesekali lampu dimatikan dan penonton jadi histeris, dikira Greyson udah keluar, ternyata cuma buat di tease. -__- KAPAN NIH GREYSON NYAAAA D: eh, tiba-tiba lampu beneran mati dan layar besar di panggung mulai menyala. Ada gambar-gambar keren gitu persis kayak album covernya Greyson. Band nya mulai memainkan alat musik masing-masing, penonton semakin menggila. Lebih gila dari sebelumnya. "GREYSOOOON!" "GREYSON CHANCEEEE!" "ABANG ECENNN!!!" oke teriakan anak terakhir tadi bikin gue ling-lung nyari sumber suaranya. Nekad nih orang teriak begituan, wakakakak.

AKHIRNYA GREYSON BERLARI KE TENGAH PANGGUNG DAN LANGSUNG BERDIRI MEMBELAKANGI PENONTON, MEMAMERKAN BENDERA INDONESIA YANG TERJAHIT RAPI DI JAKETNYA. Uoooooo kecenyaaa~ Enchancers teriak histeris bahkan ada yang nangis. "OH MY GOSH! GREYSOOOOOON! WOOOOOO" itulah teriakan pertama gue setelah melihat Greyson di atas panggung. Konser dibuka dengan lagu UNFRIEND YOU. Kita semua nyanyi bareng dan oke bulu kuduk gue berdiri semua, gila engga nyangka bisa ngeliat cowo ini lagi secara live. Putih banget kulitnya astagaaa :O

Selama konser berlangsung, sesekali Greyson menyapa kita, "Apa kabar Indonesia!" haduh senengnya selangit (apaansih-_-). Oh ya, sebelum Greyson nyanyi HOME IS IN YOUR EYES, dia sempet galau masa._. dia ngomong "So I'm kinda miss this girl back home..." spontan seluruh Enchancers teriak "LAUREEEEEN" oops. Frontal sekali mereka. Terus waktu nyanyi PAPARAZZI dia sempet cerita asal-usulnya dia bisa jadi terkenal. Langsung terharu loh, engga nyangka dia bisa seterkenal ini dibanding yang dulu. Dia nyanyi lagu ROLLING IN THE DEEP nya Adele dan di aransemen jadi akustik. Terus juga aransemen lagu PUMPED UP KICKS nya Foster The People. Dia nari gitudeeeh pas nyanyi, gemeter gimanaa gitu nontonnya... Urutan lagu yang dinyanyiin selama konser: UNFRIEND YOU, HEART LIKE STONE, LITTLE LONDON GIRL, LIGHT UP THE DARK, PAPARAZZI, FIRE, RUNNING AWAY, HOME IS IN YOUR EYES, ROLLING IN THE DEEP, PURPLE SKY, SUMMER TRAIN, CHEYENNE, PUMPED UP KICKS, WAITING OUTSIDE THE LINES, HOLD ON TIL THE NIGHT, dan ditutup dengan lagu TAKE A LOOK AT ME NOW sambil melambai kepada Enchancers Indonesia. "I'll see you soon!" katanya. Aww, sedih banget konsernya harus berakhir dalam waktu yang cepat. :(

Oh iya, gue langsung cek batre HP gue, oke masih cukup buat signing session. Eh, Ibin udah nge-PING berkali-kali! Mampus gue, harus bener-bener keluar nih. Bisa dibilang, gue yang paling pertama keluar dari ruangan konser, kemudian disusul oleh lautan manusia-manusia lainnya. Ibin manaaaa D: hadooh, bbm nya pending. Akhirnya gue ngecheck bbm dan di recent updates, Ibin ganti pm, "LINKAN DIMANAAAAA" langsung deh gue ganti pm saat itu juga, "DI ESKALATOR TEMPAT KITA PISAH BINNN" semoga Ibin ngga kemana-mana. Selama nunggu, gue disamperin 2 orang temen dari group Enchancers di bbm, Icha dan Meuthia. "Kak linkaaan" kata Meuthia, eh ada Icha juga. Kita sempet ngobrol bentar selama konser, tapi pikiran gue tetep fokus ke Ibin. Haduh mana lagi nih anak -_- "LIN!" akhirnyaaaa! "BIN!!!" gue lari ke Ibin dan kita pelukan. Iya, pelukan. Kayak gapernah ketemu 10 tahun. "Oh iya, Icha, Meuthia, ini temen aku, Priskila." kata gue sambil memperkenalkan mereka bertiga satu sama lain. Eh, tiba-tiba gue disamperin mbak-mbak pake baju kece nuansa gelap sambil bawa kamera. "Hai, aku dari majalah kawanku, boleh foto bentar?" tanyanya ke gue dan Ibin. "Oh, iya boleh." kata gue sambil benerin rambut gue yang saat itu sedang dicepol. DICEPOL. Yah jelek deh nih masuk majalah. "Nama kamu siapa?" "Linkan." "Sekolahnya dimana?" "SMAK Penabur Bintaro Jaya" dia nanya hal yang sama ke Ibin. "Okedeh, nanti aku telfon ya buat wawancara soal konser Greyson. Soalnya kalo sekarang ngga memungkinkan." katanya sambil senyum. "Oh gitu... Yaudah." kata gue sama Ibin secara unison. Akhirnya cewek itu pergi menghilang di tengah kerumunan Enchancers. "GREYSOOOOON!" tiba-tiba satu orang teriak dan berlari ke arah pintu yang ditutupin kain. Katanya sih ada Greyson di situ mau say hi, akhirnya banyak banget deh tuh yang lari buat ketemu Greyson. Gapapa Linnn, lo nanti ketemy Greyson langsung!

Gue dikelilingin oleh banyak pihak media yang sibuk nyari keberadaan artis-artis yang nonton Greyson. Eh bener, ada si cowboy junior, Fay, Brandon (kalo gasalah liat), dan lain sebagainya. Gue memutuskan untuk nelfon pihak universal indo, setelah gue tanya buat signing session, gue disuruh pergi ke pojokan deket gift corner. Gue, Ibin, Meuthia, Icha, dan (kalo gasalah) Papanya Meuthia jalan ke pojokan. Ternyata bener, ada cewe berdiri di kursi megang toa "ayo ngumpul di sini yang signing session!" tapi suara toanya gamungkin kedengeran sama Enchancers yang sibuk buat nyari Greyson, karna suara mereka lebih gede daripada toa nya mbak-mbak itu. Gue jalan ke arah dia sambil ngomong kalo gue menang signing session. Dia liat daftar nama bentar dan setelah nama gue ketemu, gue disuruh nunggu di pojok deket tembok. Gue, Ibin, dan Meuthia nunggu bertiga disitu, sedangkan Icha dan (sekali lagi, kalo gasalah) papanya Meuthia nunggu di depan kita tapi ngga barengan. Akhirnya beberapa pemenang signing session berkumpul semua dan masa-masa penantian itupun dimulai.............

LANJUTANNYA BESOK YAAAAA ;D BIAR KEPOOO :P

Wednesday, April 25, 2012

Konser Greyson Chance - April 20th, 2012 (Part 1)

Gue mau share kebahagiaan gue nih :) Semuanya terjadi pada hari Jumat, 20 April 2012. Gue pergi ke sekolah dengan sangat antusias, mengingat bahwa hari itu adalah hari yang paling gue tunggu-tunggu sejak 9 Februari 2012. Kenapa? Karena 20 April 2012 adalah hari di mana konser brondong gue digelar di JITEC Mangga Dua, Jakarta jam stengah 8 malam. Sedangkan tanggal 9 Februari 2012 adalah tanggal waktu gue pre-order tiketnya. Gila, masih diinget aja tuh tanggal pre-order tiket. Hahaha Langsung skip aja ya. Pas bel pulang sekolah bunyi, dengan sangat antusias gue lari keluar kelas. Ehh, ada si Made tiba-tiba minta tolong dianter pulang, siplaaah gue iyaiyain aja. Wkwk. Akhirnya gue dan made berlari kecil menuruni tangga dari lantai 4 sampai lantai 1. Pas banget, gue ketemu temen seperjuangan gue, Priskila Abigail atau biasa dipanggil Ibin. Long story lah gimana gue dan temen-temen lain manggil dia Ibin. Okay, gue ketemu sama Ibin yang rupanya sudah menunggu gue. Tanpa basa-basi, gue, Made, sama Ibin langsung jalan cepet ke mobil gue. Waktu saat itu menunjukkan pukul 3 kurang 15. Sampai di mobil, kok... BARANG-BARANG GUE (TERMASUK TIKET KONSER) NGGA ADA DI MOBIL?! Mampus gue. "IBIN! MADE! TIKETNYA GAADAAA, SEMUANYA GUE MASUKIN TAS TAPI TERNYATA DITURUNIN PEMBANTU GUEE" mau nangis rasanya. Supir gue yang polos dan ngga tau apa-apa engga mungkin gue marahin dong. Akhirnya gue menenangkan diri sejenak. "Anter Made dulu ya, pak." supir gue mengiyakan dan beliau langsung menyetir mobil ke arah rumah Made. Sepanjang perjalanan gue bawaannya emosi, tapi engga mungkin gue keluarin dong. Gaenak sama temen-temen wey. Mereka juga udah cukup nenagin gue. Sampai di rumah Made, Ibin minta isi instax dari Made, karena rupanya isi instax dia abis. Wahaha. "Sekarang ke mana, kak?" supir gue nanya. "Oiya, bin. Tiket lo! Mau ambil dulu?" gue tanya Ibin. "Iya, lin. Gapapa ya? Soalnya jam 4 paling lambat nihh." I can tell that she was kind of panicked at that time. "Oke, pak. Ke arah cawang ya!" supir gue kaget tapi ngikut-ngikut aja. Lo tau sendiri jarak Bintaro-Cawang jauhnya naujubileh. Selama di perjalanan, Ibin ditelfon terus dari pihak majalah yang bersangkutan karena Ibin menang kuis konser Greyson dari majalah tersebut. Gila nih anak hoki banget. Udah menang tiket konser, singing session pun juga dapet. Ke konser Greyson ngga ngeluarin diut sepeser pun woy! Nah, kalian tau sendiri Jakarta itu kota metropolitan. Pastinya engga jauh dari satu hal yang namanya MACET. Belum lagi setelah melewati kemelut macet, baik gue maupun Ibin gaada yang tau kantor majalahnya! Mau pingsan woy. Pingsan di tempat. Setelah muter-muter dan nanya abang-abang di pinggir jalan, AKHIRNYA KETEMU KANTOR MAJALAHNYA! Ternyata, pergumulan engga hanya sampai disitu aja. Pak Mul (supir gue) mau ngopi bentar sementara gue dan Ibin nungguin tiketnya Ibin. "Fotokopi kartu pelajarnya mana, dek?" tanya bapak-bapak yang kerja di kantornya. "Oh iya! Di mobil!" kata Ibin. Gue sama Ibin langsung lari keluar dan ngejar Pak Mul. "Pak Mul! Kunci mobil dong!!" kita teriak dari pinggir jalan, diliatin banyak orang. Rada malu sih. Oh well. Untung aja masih sempet kepanggil, Pak Mul kasih kunci mobilnya dan kita langsung lari ke mobil ambil dompetnya Ibin. Setelah balik lagi ke dalam, Ibin pun berhasil ngasih fotokopi kartu pelajarnya dan ngurusin banyak hal buat ambil tiket yang udah dimenangkan. Alhasil, TIKET IBIN SUDAH DI TANGAN! Oke, sekarang saatnya gue pulang untuk ambil tiket dll lalu cabut ke JITEC. Ternyata oh ternyata, penderitaan kita belum berakhir juga. Setelah melewati tol lingkar luar Jakarta, MACETNYA NGGA NYANTAIIII. Waktu sudah menunjukkan pukul 6 dan mobil gue masih stuck di jalan tol yang macetnya parah banget. Akhirnya, gue sampai di rumah jam stengah 7an dan kita langsung ganti baju dan bawa perlengakapan yang mau dibawa ke konser Greyson. Termasuk hadiah yang bakal gue kasih pas signing session :3 Setelah berpamitan sama orang tua, gue dan Ibin langsung berangkat ke JITEC. Kali ini yang anterin om gue, supir gue udah pulang. Di perjalanan, kita ngga berhenti ngomongin konsernya Greyson. "Aduh gimana nih kalau telat?" gue nanya itu ke Ibin. Sedangkan gue sendiri udah tahu kalo kita emang telat sampe sana. Gue udah di bbm temen-temen enchancers gue yang udah lama nungguin gue. Aduh, guilty banget udah bikin mereka nunggu lama. "Udah gapapa, lin. Yang penting kita tetep kebagian signing session. Terserah deh mau konsernya lama apa cepet, yang penting signing session nyaa. Soalnya kan kita juga udah liat Greyson perform secara live." hm, bener juga si Ibin. Setelah menempuh kira-kira 45 menit perjalanan, akhirnya kita sampai di JITEC, Mangga Dua. Banyak banget pengorbanan yang harus dilakukan demi sampai di konsernya Greyson. Tapi gapapalah, pengorbanan nya worth it lahhh. Jadi engga merugikan kita sama sekali. Setelah di drop om gue di lobby JITEC, kita langsung masuk lift ke lantai 2 buat nuker tiket. BACA KELANJUTANNYA BESOK YAAA ;)

Friday, April 13, 2012

Kecantikan Seorang Cewek

Oke, kali ini gue mau bahas soal kecantikan seorang cewek. Buat kalian yang merasa diri cewek, gue saranin untuk baca 'karangan indah' gue. (cuih)

Kebanyakan cewek nanya ke gue secara anonymous via Ask.fm "GIMANA SIH CARANYA SUPAYA BISA CANTIK? menurut gue...

Semua cewek terlahir sebagai makhluk yang cantik dan itu emang udah sejak Tuhan nyiptain kalian para cewek cantik. Pertanyaan yang patut kalian tanyain adalah "GIMANA CARANYA SUPAYA BISA MEMPERTAHANKAN KECANTIKAN?" dan gue punya beberapa cara bagus supaya kalian bisa menerima diri kalian seratus persen, tanpa harus mengeluh soal appearance kalian.

Sebenernya ada banyak cara supaya kita bisa mempertahankan kecantikan yang kita miliki, baik dari luar maupun dari dalam. Kalian engga perlu buang-buang duit cuma buat nyalon dan ikutin facial treatment yang mahalnya engga nyantai itu. Cukup melakukan 3 hal penting dan sederhana supaya kalian bisa mempertahankan kecantikan kalian.

1. BE YOURSELF. Ini penting banget. Kalian cantik karena you got that one thing yang orang-orang engga punya. Mungkin kelebihan kalian? Atau mungkin keunikan kalian? Well, you're the one who knows. Kalian engga perlu copy semua yang dilakukan seseorang untuk menjadi cantik. Hanya kalian yang tahu keinginan dan kemauan kalian sendiri, belum tentu apapun yang kamu inginkan sama dengan apa yang diinginkan orang yang kalian copy. Dijamin, pasti jadi aneh kalau kalian bertingkah engga seperti diri kalian.

2. SELF CONFIDENCE. Kalau kalian sendiri engga percaya diri, gimana bisa mempertahankan kecantikan kalian? Ini adalah kuncinya supaya kalian tetap terlihat cantik luar dan dalam. Tingkatkan kepedean kalian, tapi kalau over-pede juga engga baik. Belum tentu orang-orang suka dengan kepedean kalian, so keep it on standard, and ignore everything bad that people say about you.

3. TAKE A GOOD CARE OF YOUR BODY. Nah, ini dia nih yang bener-bener harus dilakukan supaya kecantikan kalian tetap terlihat. Sayangi diri kalian dan rawat tubuh kalian baik-baik. Jauhi diri kalian dari rokok, narkoba, dan pergaulan bebas. Oh ya, perawatan tubuh juga sangat diperlukan untuk mempertahankan kecantikan kalian. Rajin mandi (3 kali sehari), istirahat teratur, pola makan yang sehat, rajin olah raga, dan mungkin creambath 2 bulan sekali.

Banyak selebriti yang engga mensyukuri keberadaan tubuh mereka. Mereka rela mengeluarkan uang banyak-banyak untuk operasi plastik. Ini bener-bener engga sehat. Dijamin deh, kalau kalian engga bisa menerima diri kalian apa adanya dan rela untuk melakukan hal semacam itu, mungkin kalian akan bangga dengan hasil tangan dokter bedah plastik, tapi apa yang dilakukan akan berakhir penyesalan. Kalian bisa kok merawat tubuh tanpa harus mengeluarkan uang banyak-banyak, contohnya melakukan perawatan tradisional di rumah. Kalian tinggal browse di internet gimana caranya, terus beli bahan-bahan tradisional nya di supermarket tanpa harus keluar uang yang mahal.

Mungkin itu aja yang bisa gue share buat kalian gimana caranya supaya bisa mempertahankan kecantikan kalian. REMEMBER, JUST BE YOURSELF BECAUSE YOU WERE BORN TO BE BE-YOU-TIFUL. :)

Sunday, March 11, 2012

Alat Musik Unik

Gue mau bagi cerita menarik selama gue ikut Winter Camp di Wuhan, Cina.

Nih ya, gue mengunjungi sebuah museum yang letaknya di pusat kota Wuhan. Ini merupakan museum seni yang cukup populer di Wuhan. Di dalamnya ada sebuah alat musik yang gedenya mungkin 3 kalinya gajah yang babak belur. Alat musik ini adalah sekumpulan lonceng yang ukurannya bervariasi. FYI, alat musik ini hanya ada SATU dan tidak ditemui lagi di belahan dunia manapun. Pihak museum membuat 'miniatur' alat musik ini dan gue berkesempatan untuk menonton pertunjukan bermain lonceng-lonceng itu, kalian juga bisa nonton di sini kok:

http://www.youtube.com/watch?v=dXmQHK5xn8E&feature=plcp&context=C486a8f2VDvjVQa1PpcFONQyRU4mr69qKPYUfvXwdAQnzDNuJk0EM%3D

Miniaturnya aja segede bagong, gimana alat musik aslinya coba? Bayangin aja tuh gedenya seberapa. Susah buat deskripsiin alat musik ini pakai kata-kata. Pokoknya gue seneng banget bisa tahu kalau ada alat musik semacam itu di bumi ini. Masa ya, sejarahnya alat musik ini cukup tragis loh... (jujur, gue rada lupa. Tapi setahu gue sih ceritanya ya kayak gini)

Ada seorang Kaisar dari Cina yang sangat menyukai musik. Dia memiliki koleksi alat musik kuno dan senang untuk mendengarkan pengawal beserta dayang-dayangnya untuk memainkan kumpulan-kumpulan alat musik tersebut. Namun, kaisar ini gila perempuan. Saking banyaknya perempuan yang dia... well semacem dipacarin lah istilahnya, akhirnya masyarakat berminat untuk mengubur dia hidup-hidup beserta semua perempuan-perempuannya dan seluruh koleksi alat musiknya.

Beratus-ratus tahun kemudian, salah satu alat musik koleksi kaisar ini ditemukan oleh penemu dari Cina dan dengan dibantu oleh beberapa penemu dari negara lain, akhirnya mereka berhasil mengangkut salah satu alat musik koleksi kaisar tersebut. Gituuuuh.

Setahu gue sih ceritanya kayak gitu, kalau ada yang salah bisa langsung kasih tahu kok, entar gue benerin lagi. Mehehe.

Friday, March 9, 2012

Kekagetan Fatal

Waktu itu hari Senin dan pas pelajaran Bahasa Inggris, kejadian gila bin aneh ini terjadi.

Guru bahasa Inggris gue yang merupakan salah satu guru Bahasa Inggris terbaik di sekolah gue sedang mengajar, gue saat itu juga lagi serius memperhatikan gerakan tangannya yang begitu cepat menulis di papan tulis putih, sambil mainin bolpoin kesayangan gue yang berwarna hitam.

Dan lo tau apa?!?! HP GUE BUNYI. Tiba-tiba................gue keselek.

Keselek beneran karena gue kaget HP gue bunyi-bunyi dari dalem kantong kemeja. Emang sarap bener sistem organ tubuh gue. Masa kaget dikit langsung keselek? Udah gitu keseleknya juga lebe, kayak orang yang mabuk yang kejang-kejang sambil melet-melet. Momen abnormal itu menarik perhatian guru gue. Mungkin saat itu dalam pikirannya, kenapa nih anak? Udah matanya merem, mukul-mukul meja, melet pula... Haleluya Puji Tuhan Sujud Syukur beliau engga sadar kalo HP gue bunyi. Mungkin suara gue lebih gede berlipat-lipat kali dari suara HP gue? Untungunya HP gue langsung berhenti bunyi dan setelah kejadian keselek itu selesai, gue minta izin buat minum dan dengan diam-diam gue mematikan HP gue. Beberapa temen gue sadar kalo HP gue bunyi, tapi mereka engga mengira kalau gue bakal keselek kayak gitu. Mereka sempet ngira kalau keseleknya juga keselek bohongan supaya suara HP gue engga kedengeran, tapi setelah gue menjelaskan semuanya, mereka akhirnya menyadari bahwa teman satu kelas mereka yang berambut bule padahal orang tuanya Indonesia tulen ini emang beneran keselek.

Kejadian yang benar-benar gila.

Awesome Conversation

Eits, cerita sebelumnya belum selesai ini ada lanjutannya.

Gue beserta rombongan Winter Camp langsung bergegas ke pesawat setelah menunjukkan boarding pass kami masing-masing. Seingat gue, kursi gue saat itu G-47. Urutan kursi pesawat yang gue tumpangi bisa dibilang cukup absurd. Kenapa? Karena setelah A-B-C dilanjutkan dengan G-H-I. Entah karena ada sesuatu yang menyebabkan mereka skip huruf D-E-F, but I don't really care about it.

Akhirnya, kursi gue ketemu juga. Gue terlalu fokus melihat ke arah bagasi kabin karena bingung gimana cara angkat koper kecil gue yang beratnya udah kayak apaan tau. "May I help you, miss?" tanya seorang pramugara yang mungkin berwarga negara Cina dan bahasa Inggrisnya sangat lancar. Gue hanya menganggukkan kepala dan dengan sigap dia mengambil koper kecil ungu milik gue dan menaruhnya di bagasi kabin. "Thanks." "No problem," katanya disertai senyuman manis. Gila gila gila, ganteng juga nih orang. Astaga, ternyata bukan cuma dia yang ganteng. Masih banyak pramugara lain jalan bolak-balik di koridor pesawat, bikin gue terpesona. Lah... Jadi ngelantur. Anyway, sebelum gue duduk di calon kursi gue, gue menganalisa terlebih dahulu (cie elah) siapa yang bakal duduk di sebelah gue. Mungkin aja bukan salah satu teman dari rombongan Winter Camp. Dugaan gue bener, ternyata emang bukan. Tapi setelah gue lihat... Oh my Gosh. Gila. Shock. Kaget. Yea lebay. Bule yang tadi gue lihat di airport ternyata duduk tepat di sebelah calon kursi gue. Mungkin dia dapet yang H-47 jadi posisi dia di tengah. Gue di pojok, dekat koridor. Dia melihat ke arah gue dan tersenyum ramah, otomatis gue senyumin balik. That's it, anaknya pasti ganteng banget.

"Hello there," sapanya ramah setelah gue memasang safety belt pesawat. Gila, jedag jedug kayak orang clubbing coy rasanya. Udah sekian kali gue disapa sama bule, tapi kali ini kelihatan kalau orang yang sapa gue tuh ramah banget. "Hello," jawab gue singkat, jelas, dan padat. Dia menganggukkan kepala sambil tersenyum dan mulai menanyakan banyak hal mengenai keberadaan gue di Wuhan. "Wow, you're a very lucky girl." begitulah responnya setelah gue menjawab dengan lengkap semua pertanyaan dia menggunakan Bahasa Inggris. "Why do you think so?" tanya gue heran. "Because not everyone gets to have a Winter Camp in China. I'm sure you had a lot of great experiences." katanya dengan logat British yang kental. Gue berpikir, benar juga nih bule. "So, what's the best place you've ever visited in Wuhan?" tanyanya lagi sambil sedikit memutar badannya ke arah gue. "I've visited so many amazing places in Wuhan. I can't even choose which one is the best!" kata gue sambil mengangkat bahu, "what about you?" tanya gue balik. Sok berani banget gue nanya-nanya bule. "What do you mean?" Mampus gue. Salah nanya nih kayaknya. "I mean, what were you doing in Wuhan?" aduh grammar gue bener engga tuh? Udah lah, apapun jawabannya, nyengir aja. "Ohh, I was having a business here." Seperti yang tadi gue pikirkan, gue nyengir doang. Aduh gue engga berani ngebayangin ekspresi gue saat itu. Mungkin udah kayak keledai mabuk yang lagi nyengir memamerkan giginya. "How old are you?" tanya bule itu. "I'm fifteen." jawab gue dengan mantap. Gue mau tanya umur bule itu, tapi gue engga berani. Ya iyalah! Dia kan lebih tua daripada gue, kalau nanya usia ke orang yang mungkin lebih tua itu engga sopan. Seolah dia bisa baca pikiran gue, dia langsung bilang, "ah, half of my age." Otak gue langsung bekerja cepat. Oke, umurnya sekitar 30-an. "I'm very surprised!" katanya lagi. "Why?" gue ketawa mendengar logat British nya yang kedengeran banget. "Your English is very good! Because some Indonesian teenagers can't speak English very well like you." jawabnya. Woy, suara serek-tapi-rada-cempreng gue rasanya pengen keluar dari mulut gue saat itu juga. Tapi engga bisa, situasinya engga tepat. Ini di pesawat coy. Dengan nada santai gue jawab, "thank you." Gue ngobrol banyak hal sama dia. Mulai dari pengalaman-pengalaman hidup yang menyenangkan, keluarga, sampai akhirnya percakapan seru itu dimulai.

"You said you've been to Egypt, right?" tanya si Bule. "Yep," jawab gue singkat. Dia mengeluarkan seuntai liontin emas dari kemejanya. "This is the sign of the pharaoh." katanya sambil memperlihatkan sebuah lambang Mesir kuno. "It's beautiful." kata gue sambil terus memperhatikan kalungnya. Setelah selesai, dia kembali memasukkan kalungnya ke dalam kemejanya. Kami kembali berbincang-bincang mengenai banyak hal. Ternyata dia orang kaya. Dia udah mengunjungi seluruh negara di dunia kecuali Tibet dan The Poles. Wow. Gue takjub mendengar semua pengalaman dia di masing-masing negara, asik banget pasti jadi dia. Dia sempat menyalakan handphone nya diam-diam hanya untuk memperlihatkan foto-foto dia selama dia di Wuhan, Paris, Roma, Dubai, EVEN BALI! Bule ini tidak memiliki agama, tapi bukan berarti gue engga boleh ngobrol sama dia. Buat apa gue beda-bedain orang yang bakal gue ajak ngobrol sesuai sama agamanya? Menurut gue semua orang sama yaitu manusia ciptaan Tuhan yang suka mengulang kesalahan. Oh ya, gue sempat dibikin kaget sama bule ini. Ternyata dia masih single. Artinya... Dia ngga punya anak T_T hahaha. Engga apa-apalah yang penting gue senang bisa ketemu sama orang yang baik seperti bule ini. Gue juga dibikin kaget bukan karena status dia yang 'single', tapi ternyata... DIA TINGGAL DI SEKTOR 8 BINTARO. Gue sekolah di Bintaro, jadi setiap hari gue bolak-balik Bekasi-Bintaro. Iya, rumah gue di Bekasi. I won't talk about it.

"You know what? My brother passed away two years ago because of a cancer, but he stayed strong and felt like he didn't have any cancer. Whenever I asked him 'how do you feel?' he answered the same thing, 'I'm great!' even I knew that he was in pain. Let me tell you this, when you're sick or feeling down, keep smiling and say 'I'm okay, I'm good. Everything's gonna be fine.' Don't be like 'oh no, I'm sick. My life is over.' Never say that." gue terkesima dengan ucapan-ucapannya yang sangat inspiratif. "Do you know what's the difference between chase your dreams and reach your dreams?" tanyanya. "I thought they're the same?" gue bingung saat itu. "No. They're different. 'Chase your dreams' means you have to cahse it, but you're not sure if you're gonna get it or not. 'Reach your dreams' means you've reached it, with all things that you did, all of your efforts." gue manggut-manggut doang sambil berpikir pastinya. Bule ini bisa banget ya. Udah kaya, pinter pula. "Also, don't ever say 'I don't want to be sad today' but say the opposite which is 'I want to be happy'" Iya, dia bener. Gue belajar banyak dari dia, gue beruntung bisa ketemu sama dia. Dia adalah salah satu dari empat orang yang menginspirasi hidup gue. (Pertama bokap, kedua nyokap, ketiga Justin Bieber, keempat dia.)

"If you want to get your goals, just believe in yourself, follow your heart, and do your best. Since you're a Christian, don't forget to put God in your life as one of your priorities. Have faith in Him." gue hanya bisa mengaminkan dalam hati. Engga kerasa pesawat udah landing di Guangzhou. "Wow, we're here. Time flies that fast?!" katanya lagi. Gue cuma ketawa. "We've been talking non stop for two hours and I didn't even get to know your name!" OH IYA! Ya ampun! Daritadi dua jam di pesawat ngobrol-ngobrol sampai lupa nanya nama masing-masing! Gue segera mengulurkan tangan kanan gue, "My name is Linkan. Linkan Letlora." Dia menjabat tangan kanan gue, "I'm George." dia tersenyum ramah. "It's a pleasure to meet you, George." "Pleasures all mine, Linkan." katanya. George punya nama Prancis, karena ibunya berdarah Prancis, tapi sayangnya gue lupa nama Prancis dia apa, yang gue ingat nama Inggris nya. "Thanks for sharing everything to me, George. You should really write a book!" usul gue. Entah kenapa, awalnya gue takut banget ngobrol sama George, tapi lama-lama gue enjoy banget. "A book? You think so? Well, I think I might gonna write one." "Great! If you do, I'll be the first who buys it." dia tertawa. Oh ya, dia transit di Guangzhou selama dua jam lalu kembali melanjutkan perjalanannya ke Bangkok, Thailand. Another business trip I guess. "I'm going back to Indonesia on January 26th. I hope to see you again in Bintaro." dia ketawa lagi. Entah kenapa George senang banget ketawa. "Absolutely, George!" kata gue. Setelah beberapa penumpang sudah turun, gue beserta George berdiri untuk ambil barang bawaan kami di bagasi kabin. "Thank you!" sahut gue setelah dia membantu untuk nurunin koper gue. Kami berjalan menusuri kordior pesawat ke arah pintu keluar. "Thank you, Sir. Thank you, miss." kata pramugari pesawat dengan ramah. "I'm so lucky to meet you." kata gue. "No, I AM lucky to meet you. I've never talked everything about my life to a teengaer like you before." jelasnya. "Well, I have to go now. It's very nice to meet you, Linkan. I hope to see you soon in Bintaro!" lanjutnya sambil melambaikan tangannya dan berjalan menjauh. "Me too, George. Nice to meet you too. See you in Bintaro!" sahut gue sambil melambaikan tangan. Dia hanya tersenyum seperti biasanya.

Itulah George, bule atau bisa disebut juga 'orang asing' yang berhasil menginspirasi hidup gue. Gue bersyukur banget bisa ketemu dan berinteraksi langsung sama dia di pesawat. Sekarang udah tanggal 9 Maret 2012, tanggal 26 Januari 2012 udah lewat. Sampai sekarang, gue belum ketemu sama George. Mungkin gue engga bakal ketemu lagi sama dia. Satu hal yang bisa bikin gue inget sama dia, yaitu belokan ke arah Sektor 8 River Side Bintaro. Setiap kali gue lewat situ, gue suka berpikir... George tinggal di mananya ya? Ah, mungkin gue bisa ketemu lagi sama dia, someday. Mungkin saat gue ketemu sama dia, dia udah punya keluarga? Udah menikah sama wanita cantik dan punya anak laki-laki atau perempuan yang lucu. Nyokap gue bilang kalau gue beruntung banget bisa ketemu sama dia. Mungkin aja dia utusan Tuhan yang bisa memotivasi hidup gue buat jadi orang sukses seperti George di masa depan.

Gue berharap banget bisa ketemu lagi sama dia, entah kapan dan di mana. Kira-kira sekarang dia di mana ya? Mungkin sedang melakukan another business trip di luar negeri. Mungkin dia ke Tibet? Mungkin dia ke South or North Pole? Mungkin juga dia sedang merenung memikirkan bisnisnya dalam rumahnya yang terletak di Sektor 8 River Side Bintaro.

Thursday, March 8, 2012

Who Is He?

Gue mau negblog pakai bahasa Indonesia aja di sini, kalau mau lihat English version, bisa check tumblr gue, walaupun isinya kebanyakan foto-foto yang well, random.

Gue mau cerita tentang seorang laki-laki yang (katanya sih) umur gue itu setengahnya umur dia. Kurang lebih 30-an. Daripada kebanyakan basa-basi, langsung aja kali ya gue cerita. So here's the story...

Waktu itu tanggal 5 Januari 2012, gue berkumpul di Tianhe International Airport, Wuhan, Cina. Waktu setempat menujukkan pukul 8 pagi dan saat itu gue sedang mengantri giliran gue untuk security check. Setelah melangkah sebanyak satu sampai dua langkah kecil, akhirnya garis batas berhasil gue lewatin dan passport langsung gue serahkan ke petugas counter buat cek boarding pass gue. Iya, boarding pass bukan passport. Tapi entah kenapa yang gue kasih itu passport beserta boarding pass yang terselip rapi didalamnya. Anyway, setelah dia menganggukkan kepalanya tanda gue untuk menjalani security check, gue pun maju dengan santainya membawa ransel JanSport ungu gue dan koper kecil gue yang warnanya juga ungu. Dua orang satpam laki-laki bermata sipit tapi ganteng menghadang gue. Mereka berkata sesuatu dalam bahasa mandarin yang sedikit gue pahami sambil menggunakan body language. Dengan tampang sok ngerti, gue menganggukkan kepala dengan mantap dan menaruh ransel serta koper gue ke alat security check. Mereka engga protes, berarti dugaan gue bener. Mereka mau gue untuk taruh barang bawaan ke alat yang kelihatan seperti eskalator mini. Setelah seluruh pemeriksaan selesai dengan lancar, gue berjalan sedikit ke depan menunggu teman-teman gue yang masih tertinggal di belakang.

Bosan. Itulah yang gue rasakan saat itu. Akhirnya gue menghampiri kursi terdekat dan melihat keadaan di sekitar gue. Banyak banget hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang di sini. Random banget! Misalnya... ada yang lagi sibuk sama iPhone kecenya, ada yang sibuk benerin coat tebalnya, ada yang sibuk beli souvenir di salah satu toko souvenir di airport, banyak banget deh. Tapi ada satu sosok yang menarik perhatian gue, jangan berpikir yang aneh-aneh dulu. Sosok ini adalah sosok laki-laki bertubuh tinggi, berkulit putih, rambutnya blonde, dan penampilannya seperti seorang business man. Satu hal yang langsung terlintas di pikiran gue, "Anaknya ganteng ngga ya?" hahaha. Dia terlihat sibuk membawa tasnya berwarna cokelat tua dan menenteng coat nya yang tebal. "Hello? Yes. Of course! Okay, I'll be there in about an hour or two. Right, see you! Bye." begitulah yang kata-kata yang gue dengar dari mulutnya yang kecil saat mengangkat handphone nya yang beremerk Sony Erricson. Iya, gue tahu merk handphone nya karena dia berdiri tepat di samping gue. Well, saat itu gue lagi duduk. Jadi untuk melihat wajah laki-laki ini, gue harus mengangkat kepala gue setinggi mungkin, tidak seluruh wajahnya bisa gue lihat. Dia menaruh kembali handphone nya dan berjalan cepat menuju ruang tunggu, entah di mana. "Linkan! Ayo!" sahut salah satu teman gue sambil melambaikan tangannya dan gue langsung berlari ke arahnya. "Sudah lengkap ya! Ayo!" kata Lao Shi (artinya 'guru' dalam bahasa mandarin). Gue beserta rombongan gue yang berkisar enam belas atau tujuh belas orang berjalan ke arah ruang tunggu.

Singkat cerita, setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya announcer berbunyi dan menyatakan bahwa pesawat yang akan gue tumpangi siap buat boarding.