Sunday, March 11, 2012

Alat Musik Unik

Gue mau bagi cerita menarik selama gue ikut Winter Camp di Wuhan, Cina.

Nih ya, gue mengunjungi sebuah museum yang letaknya di pusat kota Wuhan. Ini merupakan museum seni yang cukup populer di Wuhan. Di dalamnya ada sebuah alat musik yang gedenya mungkin 3 kalinya gajah yang babak belur. Alat musik ini adalah sekumpulan lonceng yang ukurannya bervariasi. FYI, alat musik ini hanya ada SATU dan tidak ditemui lagi di belahan dunia manapun. Pihak museum membuat 'miniatur' alat musik ini dan gue berkesempatan untuk menonton pertunjukan bermain lonceng-lonceng itu, kalian juga bisa nonton di sini kok:

http://www.youtube.com/watch?v=dXmQHK5xn8E&feature=plcp&context=C486a8f2VDvjVQa1PpcFONQyRU4mr69qKPYUfvXwdAQnzDNuJk0EM%3D

Miniaturnya aja segede bagong, gimana alat musik aslinya coba? Bayangin aja tuh gedenya seberapa. Susah buat deskripsiin alat musik ini pakai kata-kata. Pokoknya gue seneng banget bisa tahu kalau ada alat musik semacam itu di bumi ini. Masa ya, sejarahnya alat musik ini cukup tragis loh... (jujur, gue rada lupa. Tapi setahu gue sih ceritanya ya kayak gini)

Ada seorang Kaisar dari Cina yang sangat menyukai musik. Dia memiliki koleksi alat musik kuno dan senang untuk mendengarkan pengawal beserta dayang-dayangnya untuk memainkan kumpulan-kumpulan alat musik tersebut. Namun, kaisar ini gila perempuan. Saking banyaknya perempuan yang dia... well semacem dipacarin lah istilahnya, akhirnya masyarakat berminat untuk mengubur dia hidup-hidup beserta semua perempuan-perempuannya dan seluruh koleksi alat musiknya.

Beratus-ratus tahun kemudian, salah satu alat musik koleksi kaisar ini ditemukan oleh penemu dari Cina dan dengan dibantu oleh beberapa penemu dari negara lain, akhirnya mereka berhasil mengangkut salah satu alat musik koleksi kaisar tersebut. Gituuuuh.

Setahu gue sih ceritanya kayak gitu, kalau ada yang salah bisa langsung kasih tahu kok, entar gue benerin lagi. Mehehe.

Friday, March 9, 2012

Kekagetan Fatal

Waktu itu hari Senin dan pas pelajaran Bahasa Inggris, kejadian gila bin aneh ini terjadi.

Guru bahasa Inggris gue yang merupakan salah satu guru Bahasa Inggris terbaik di sekolah gue sedang mengajar, gue saat itu juga lagi serius memperhatikan gerakan tangannya yang begitu cepat menulis di papan tulis putih, sambil mainin bolpoin kesayangan gue yang berwarna hitam.

Dan lo tau apa?!?! HP GUE BUNYI. Tiba-tiba................gue keselek.

Keselek beneran karena gue kaget HP gue bunyi-bunyi dari dalem kantong kemeja. Emang sarap bener sistem organ tubuh gue. Masa kaget dikit langsung keselek? Udah gitu keseleknya juga lebe, kayak orang yang mabuk yang kejang-kejang sambil melet-melet. Momen abnormal itu menarik perhatian guru gue. Mungkin saat itu dalam pikirannya, kenapa nih anak? Udah matanya merem, mukul-mukul meja, melet pula... Haleluya Puji Tuhan Sujud Syukur beliau engga sadar kalo HP gue bunyi. Mungkin suara gue lebih gede berlipat-lipat kali dari suara HP gue? Untungunya HP gue langsung berhenti bunyi dan setelah kejadian keselek itu selesai, gue minta izin buat minum dan dengan diam-diam gue mematikan HP gue. Beberapa temen gue sadar kalo HP gue bunyi, tapi mereka engga mengira kalau gue bakal keselek kayak gitu. Mereka sempet ngira kalau keseleknya juga keselek bohongan supaya suara HP gue engga kedengeran, tapi setelah gue menjelaskan semuanya, mereka akhirnya menyadari bahwa teman satu kelas mereka yang berambut bule padahal orang tuanya Indonesia tulen ini emang beneran keselek.

Kejadian yang benar-benar gila.

Awesome Conversation

Eits, cerita sebelumnya belum selesai ini ada lanjutannya.

Gue beserta rombongan Winter Camp langsung bergegas ke pesawat setelah menunjukkan boarding pass kami masing-masing. Seingat gue, kursi gue saat itu G-47. Urutan kursi pesawat yang gue tumpangi bisa dibilang cukup absurd. Kenapa? Karena setelah A-B-C dilanjutkan dengan G-H-I. Entah karena ada sesuatu yang menyebabkan mereka skip huruf D-E-F, but I don't really care about it.

Akhirnya, kursi gue ketemu juga. Gue terlalu fokus melihat ke arah bagasi kabin karena bingung gimana cara angkat koper kecil gue yang beratnya udah kayak apaan tau. "May I help you, miss?" tanya seorang pramugara yang mungkin berwarga negara Cina dan bahasa Inggrisnya sangat lancar. Gue hanya menganggukkan kepala dan dengan sigap dia mengambil koper kecil ungu milik gue dan menaruhnya di bagasi kabin. "Thanks." "No problem," katanya disertai senyuman manis. Gila gila gila, ganteng juga nih orang. Astaga, ternyata bukan cuma dia yang ganteng. Masih banyak pramugara lain jalan bolak-balik di koridor pesawat, bikin gue terpesona. Lah... Jadi ngelantur. Anyway, sebelum gue duduk di calon kursi gue, gue menganalisa terlebih dahulu (cie elah) siapa yang bakal duduk di sebelah gue. Mungkin aja bukan salah satu teman dari rombongan Winter Camp. Dugaan gue bener, ternyata emang bukan. Tapi setelah gue lihat... Oh my Gosh. Gila. Shock. Kaget. Yea lebay. Bule yang tadi gue lihat di airport ternyata duduk tepat di sebelah calon kursi gue. Mungkin dia dapet yang H-47 jadi posisi dia di tengah. Gue di pojok, dekat koridor. Dia melihat ke arah gue dan tersenyum ramah, otomatis gue senyumin balik. That's it, anaknya pasti ganteng banget.

"Hello there," sapanya ramah setelah gue memasang safety belt pesawat. Gila, jedag jedug kayak orang clubbing coy rasanya. Udah sekian kali gue disapa sama bule, tapi kali ini kelihatan kalau orang yang sapa gue tuh ramah banget. "Hello," jawab gue singkat, jelas, dan padat. Dia menganggukkan kepala sambil tersenyum dan mulai menanyakan banyak hal mengenai keberadaan gue di Wuhan. "Wow, you're a very lucky girl." begitulah responnya setelah gue menjawab dengan lengkap semua pertanyaan dia menggunakan Bahasa Inggris. "Why do you think so?" tanya gue heran. "Because not everyone gets to have a Winter Camp in China. I'm sure you had a lot of great experiences." katanya dengan logat British yang kental. Gue berpikir, benar juga nih bule. "So, what's the best place you've ever visited in Wuhan?" tanyanya lagi sambil sedikit memutar badannya ke arah gue. "I've visited so many amazing places in Wuhan. I can't even choose which one is the best!" kata gue sambil mengangkat bahu, "what about you?" tanya gue balik. Sok berani banget gue nanya-nanya bule. "What do you mean?" Mampus gue. Salah nanya nih kayaknya. "I mean, what were you doing in Wuhan?" aduh grammar gue bener engga tuh? Udah lah, apapun jawabannya, nyengir aja. "Ohh, I was having a business here." Seperti yang tadi gue pikirkan, gue nyengir doang. Aduh gue engga berani ngebayangin ekspresi gue saat itu. Mungkin udah kayak keledai mabuk yang lagi nyengir memamerkan giginya. "How old are you?" tanya bule itu. "I'm fifteen." jawab gue dengan mantap. Gue mau tanya umur bule itu, tapi gue engga berani. Ya iyalah! Dia kan lebih tua daripada gue, kalau nanya usia ke orang yang mungkin lebih tua itu engga sopan. Seolah dia bisa baca pikiran gue, dia langsung bilang, "ah, half of my age." Otak gue langsung bekerja cepat. Oke, umurnya sekitar 30-an. "I'm very surprised!" katanya lagi. "Why?" gue ketawa mendengar logat British nya yang kedengeran banget. "Your English is very good! Because some Indonesian teenagers can't speak English very well like you." jawabnya. Woy, suara serek-tapi-rada-cempreng gue rasanya pengen keluar dari mulut gue saat itu juga. Tapi engga bisa, situasinya engga tepat. Ini di pesawat coy. Dengan nada santai gue jawab, "thank you." Gue ngobrol banyak hal sama dia. Mulai dari pengalaman-pengalaman hidup yang menyenangkan, keluarga, sampai akhirnya percakapan seru itu dimulai.

"You said you've been to Egypt, right?" tanya si Bule. "Yep," jawab gue singkat. Dia mengeluarkan seuntai liontin emas dari kemejanya. "This is the sign of the pharaoh." katanya sambil memperlihatkan sebuah lambang Mesir kuno. "It's beautiful." kata gue sambil terus memperhatikan kalungnya. Setelah selesai, dia kembali memasukkan kalungnya ke dalam kemejanya. Kami kembali berbincang-bincang mengenai banyak hal. Ternyata dia orang kaya. Dia udah mengunjungi seluruh negara di dunia kecuali Tibet dan The Poles. Wow. Gue takjub mendengar semua pengalaman dia di masing-masing negara, asik banget pasti jadi dia. Dia sempat menyalakan handphone nya diam-diam hanya untuk memperlihatkan foto-foto dia selama dia di Wuhan, Paris, Roma, Dubai, EVEN BALI! Bule ini tidak memiliki agama, tapi bukan berarti gue engga boleh ngobrol sama dia. Buat apa gue beda-bedain orang yang bakal gue ajak ngobrol sesuai sama agamanya? Menurut gue semua orang sama yaitu manusia ciptaan Tuhan yang suka mengulang kesalahan. Oh ya, gue sempat dibikin kaget sama bule ini. Ternyata dia masih single. Artinya... Dia ngga punya anak T_T hahaha. Engga apa-apalah yang penting gue senang bisa ketemu sama orang yang baik seperti bule ini. Gue juga dibikin kaget bukan karena status dia yang 'single', tapi ternyata... DIA TINGGAL DI SEKTOR 8 BINTARO. Gue sekolah di Bintaro, jadi setiap hari gue bolak-balik Bekasi-Bintaro. Iya, rumah gue di Bekasi. I won't talk about it.

"You know what? My brother passed away two years ago because of a cancer, but he stayed strong and felt like he didn't have any cancer. Whenever I asked him 'how do you feel?' he answered the same thing, 'I'm great!' even I knew that he was in pain. Let me tell you this, when you're sick or feeling down, keep smiling and say 'I'm okay, I'm good. Everything's gonna be fine.' Don't be like 'oh no, I'm sick. My life is over.' Never say that." gue terkesima dengan ucapan-ucapannya yang sangat inspiratif. "Do you know what's the difference between chase your dreams and reach your dreams?" tanyanya. "I thought they're the same?" gue bingung saat itu. "No. They're different. 'Chase your dreams' means you have to cahse it, but you're not sure if you're gonna get it or not. 'Reach your dreams' means you've reached it, with all things that you did, all of your efforts." gue manggut-manggut doang sambil berpikir pastinya. Bule ini bisa banget ya. Udah kaya, pinter pula. "Also, don't ever say 'I don't want to be sad today' but say the opposite which is 'I want to be happy'" Iya, dia bener. Gue belajar banyak dari dia, gue beruntung bisa ketemu sama dia. Dia adalah salah satu dari empat orang yang menginspirasi hidup gue. (Pertama bokap, kedua nyokap, ketiga Justin Bieber, keempat dia.)

"If you want to get your goals, just believe in yourself, follow your heart, and do your best. Since you're a Christian, don't forget to put God in your life as one of your priorities. Have faith in Him." gue hanya bisa mengaminkan dalam hati. Engga kerasa pesawat udah landing di Guangzhou. "Wow, we're here. Time flies that fast?!" katanya lagi. Gue cuma ketawa. "We've been talking non stop for two hours and I didn't even get to know your name!" OH IYA! Ya ampun! Daritadi dua jam di pesawat ngobrol-ngobrol sampai lupa nanya nama masing-masing! Gue segera mengulurkan tangan kanan gue, "My name is Linkan. Linkan Letlora." Dia menjabat tangan kanan gue, "I'm George." dia tersenyum ramah. "It's a pleasure to meet you, George." "Pleasures all mine, Linkan." katanya. George punya nama Prancis, karena ibunya berdarah Prancis, tapi sayangnya gue lupa nama Prancis dia apa, yang gue ingat nama Inggris nya. "Thanks for sharing everything to me, George. You should really write a book!" usul gue. Entah kenapa, awalnya gue takut banget ngobrol sama George, tapi lama-lama gue enjoy banget. "A book? You think so? Well, I think I might gonna write one." "Great! If you do, I'll be the first who buys it." dia tertawa. Oh ya, dia transit di Guangzhou selama dua jam lalu kembali melanjutkan perjalanannya ke Bangkok, Thailand. Another business trip I guess. "I'm going back to Indonesia on January 26th. I hope to see you again in Bintaro." dia ketawa lagi. Entah kenapa George senang banget ketawa. "Absolutely, George!" kata gue. Setelah beberapa penumpang sudah turun, gue beserta George berdiri untuk ambil barang bawaan kami di bagasi kabin. "Thank you!" sahut gue setelah dia membantu untuk nurunin koper gue. Kami berjalan menusuri kordior pesawat ke arah pintu keluar. "Thank you, Sir. Thank you, miss." kata pramugari pesawat dengan ramah. "I'm so lucky to meet you." kata gue. "No, I AM lucky to meet you. I've never talked everything about my life to a teengaer like you before." jelasnya. "Well, I have to go now. It's very nice to meet you, Linkan. I hope to see you soon in Bintaro!" lanjutnya sambil melambaikan tangannya dan berjalan menjauh. "Me too, George. Nice to meet you too. See you in Bintaro!" sahut gue sambil melambaikan tangan. Dia hanya tersenyum seperti biasanya.

Itulah George, bule atau bisa disebut juga 'orang asing' yang berhasil menginspirasi hidup gue. Gue bersyukur banget bisa ketemu dan berinteraksi langsung sama dia di pesawat. Sekarang udah tanggal 9 Maret 2012, tanggal 26 Januari 2012 udah lewat. Sampai sekarang, gue belum ketemu sama George. Mungkin gue engga bakal ketemu lagi sama dia. Satu hal yang bisa bikin gue inget sama dia, yaitu belokan ke arah Sektor 8 River Side Bintaro. Setiap kali gue lewat situ, gue suka berpikir... George tinggal di mananya ya? Ah, mungkin gue bisa ketemu lagi sama dia, someday. Mungkin saat gue ketemu sama dia, dia udah punya keluarga? Udah menikah sama wanita cantik dan punya anak laki-laki atau perempuan yang lucu. Nyokap gue bilang kalau gue beruntung banget bisa ketemu sama dia. Mungkin aja dia utusan Tuhan yang bisa memotivasi hidup gue buat jadi orang sukses seperti George di masa depan.

Gue berharap banget bisa ketemu lagi sama dia, entah kapan dan di mana. Kira-kira sekarang dia di mana ya? Mungkin sedang melakukan another business trip di luar negeri. Mungkin dia ke Tibet? Mungkin dia ke South or North Pole? Mungkin juga dia sedang merenung memikirkan bisnisnya dalam rumahnya yang terletak di Sektor 8 River Side Bintaro.

Thursday, March 8, 2012

Who Is He?

Gue mau negblog pakai bahasa Indonesia aja di sini, kalau mau lihat English version, bisa check tumblr gue, walaupun isinya kebanyakan foto-foto yang well, random.

Gue mau cerita tentang seorang laki-laki yang (katanya sih) umur gue itu setengahnya umur dia. Kurang lebih 30-an. Daripada kebanyakan basa-basi, langsung aja kali ya gue cerita. So here's the story...

Waktu itu tanggal 5 Januari 2012, gue berkumpul di Tianhe International Airport, Wuhan, Cina. Waktu setempat menujukkan pukul 8 pagi dan saat itu gue sedang mengantri giliran gue untuk security check. Setelah melangkah sebanyak satu sampai dua langkah kecil, akhirnya garis batas berhasil gue lewatin dan passport langsung gue serahkan ke petugas counter buat cek boarding pass gue. Iya, boarding pass bukan passport. Tapi entah kenapa yang gue kasih itu passport beserta boarding pass yang terselip rapi didalamnya. Anyway, setelah dia menganggukkan kepalanya tanda gue untuk menjalani security check, gue pun maju dengan santainya membawa ransel JanSport ungu gue dan koper kecil gue yang warnanya juga ungu. Dua orang satpam laki-laki bermata sipit tapi ganteng menghadang gue. Mereka berkata sesuatu dalam bahasa mandarin yang sedikit gue pahami sambil menggunakan body language. Dengan tampang sok ngerti, gue menganggukkan kepala dengan mantap dan menaruh ransel serta koper gue ke alat security check. Mereka engga protes, berarti dugaan gue bener. Mereka mau gue untuk taruh barang bawaan ke alat yang kelihatan seperti eskalator mini. Setelah seluruh pemeriksaan selesai dengan lancar, gue berjalan sedikit ke depan menunggu teman-teman gue yang masih tertinggal di belakang.

Bosan. Itulah yang gue rasakan saat itu. Akhirnya gue menghampiri kursi terdekat dan melihat keadaan di sekitar gue. Banyak banget hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang di sini. Random banget! Misalnya... ada yang lagi sibuk sama iPhone kecenya, ada yang sibuk benerin coat tebalnya, ada yang sibuk beli souvenir di salah satu toko souvenir di airport, banyak banget deh. Tapi ada satu sosok yang menarik perhatian gue, jangan berpikir yang aneh-aneh dulu. Sosok ini adalah sosok laki-laki bertubuh tinggi, berkulit putih, rambutnya blonde, dan penampilannya seperti seorang business man. Satu hal yang langsung terlintas di pikiran gue, "Anaknya ganteng ngga ya?" hahaha. Dia terlihat sibuk membawa tasnya berwarna cokelat tua dan menenteng coat nya yang tebal. "Hello? Yes. Of course! Okay, I'll be there in about an hour or two. Right, see you! Bye." begitulah yang kata-kata yang gue dengar dari mulutnya yang kecil saat mengangkat handphone nya yang beremerk Sony Erricson. Iya, gue tahu merk handphone nya karena dia berdiri tepat di samping gue. Well, saat itu gue lagi duduk. Jadi untuk melihat wajah laki-laki ini, gue harus mengangkat kepala gue setinggi mungkin, tidak seluruh wajahnya bisa gue lihat. Dia menaruh kembali handphone nya dan berjalan cepat menuju ruang tunggu, entah di mana. "Linkan! Ayo!" sahut salah satu teman gue sambil melambaikan tangannya dan gue langsung berlari ke arahnya. "Sudah lengkap ya! Ayo!" kata Lao Shi (artinya 'guru' dalam bahasa mandarin). Gue beserta rombongan gue yang berkisar enam belas atau tujuh belas orang berjalan ke arah ruang tunggu.

Singkat cerita, setelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya announcer berbunyi dan menyatakan bahwa pesawat yang akan gue tumpangi siap buat boarding.

Thursday, January 19, 2012

Trip To CHINA! - Day 1

So, 2 weeks ago (January 5th, 2012) i just got back home from China. I'm going to tell you about my 12-days-journey in China :)

-DECEMBER 24, 2011-
I woke up as usual at about 4am and well, stretched a bit and you know just relaxed for a while after a 3-hour-sleep. Yes, only 3 hours. Because i used my 21 hours to get ready and ya know, being hyped for my trip to CHINA babyyyy!

Dad and mom took me to the airport. Dad was driving us while we listened to Michael Buble's Christmas Album. Duh, it was Christmas Eve and i won't celebrate Christmas AND New Year with my family. We arrived at Soekarno-Hatta International Airport at 5.30am. Nobody (in the group) was there so we decided to just have a walk around the airport UNTIL i saw my friend, Laura. She was with her dad and she carried a big travel bag and i'm quiet sure it was heavy as hell. Well, suddenly the whole people in the group were there in about 15 minutes after i saw Laura. I met a lot of new friends from different schools (well, they're from Penabur too but in different cities.) Our guide was Lao Shi Hetty, i forgot her chinese name but oh well :p

We gathered and took photos with a big poster. Seriously, that was the first time for me to feel like a celebrity! You know... When you stood there with the rest of the group and held a poster and people in front of you took photos of you like paparazzis. Oh my gosh. hahaha! Alright, photo session was done. Now, time to say goodbye to my parents. :(

Dad hugged me tight and so did mom. Both of them couldn't make it until my flight deported so... yeah that was sad. "Be careful, sweetie." dad said to me. I nodded and held my tears, WHAT?! I'M DADDY'S LITTLE GIRL. GEESSSH. So, my parents left the airport without me of course. While i hung out with Cindy, Marris, and Laura. We were the only 10 graders from Penabur Bintaro, the rest are Kak Gaby, Kak Sisca, Kak FK, and Kak Meli. At the waiting room, i talked with some of my new friends until... China Southern Airlines was ready for boarding!!! I got hyped, like seriously. I called my dad and told him that the flight is ready to be boarded. "Okay, honey. Safe flight! Don't forget to pray everyday and you may speak with strangers but DON'T trust them." wow, dad. hahaha. The plane was pretty cool and well yeah the stewards and stewardesses couldn't speak english. AT ALL. OMG I WAS LIKE "ARE YOU FREAKIN KIDDING MEEEHH?" so... i used body language to make them understand what i wanted. For example, when i was about to choose i drink, i pointed at the mineral water. Oh gosh this is terrible -.-

After a 5-hour-flight, we finally made it to Guangzhou! Yep, only for a transfer. We arrived at Guangzhou airport at 3pm and waited for the next 3 hours for our next flight to Wuhan. Seriously, the airport was really cool. No joke, dude. No joke. I checked on my iPod if there was any wi-fi connection. THERE WAS! HALLELUJAH! But......... i didn't work 0_o SHIZZLE! But thank goodness it worked at once, only for foursquare Not twitter. Cause, apparently twitter is forbidden in China. Alright, i made a shout on foursquare saying "KEZIA RIANY LETLORA! If you're reading this then tell everyone that i'm in Guangzhou waiting for my next flight!" i hope my sister read that. So, after we walked around this cool airport, our next flight to Wuhan was ready to be boarded! Woohoo! In the same airline and yeah... same stewards/stewardesses who didn't know how to speak English. Yay. So, the flight lasted for about 3 hours. We made it to WUHAN!!! The airport was as cool as Guangzhou. It was full of glasses which was really cool. We took our baggages and at the front, 2 people waited for us. They were a boy and a girl. Both of them are Chinese, they wore a yellow jacket. They spoke Chinese to Lao Shi Hetty and well... i didn't understand what they meant so i just stayed quiet. Finally, they led us outside and once the sliding door opened... OH MY JUSTIN DREW BIEBER, IT WAS SO FREAKIN COLDDDDD :O I took out my scarf, my gloves, and my woolen hat. Shizzle, a Marks&Spencer jacket wasn't enough to warm me up. I needed my coat but it was in my travel bag! ugh. We rode a bus and took a look at the beautiful Wuhan at night. The buildings were covered by amazing lights, yes it was very very very cool.

We arrived at the hotel, it was called "Wuhan International Hotel" which was located near the Eastern lake of Wuhan. It was 10pm and we entered the hotel with an amazed face. The hotel was awesome. We gathered at the lobby and Lao Shi gave us our room keys and a paper bag that had our yellow jacket, a pen, guide book, notes, and stuff. Cindy was actually my roommate but she switched her room key with Laura so, yep my roommate was Laura. Wasn't a big deal though. hahaha. I took my bags to our room on the 8th floor, i was in 815. Once i entered the room, well... i was like "OH MY GOSH. THIS IS MY ROOM? OHSUMMM" really, it was awesome. But the problem is.... THE BATHROOM HAD AN INVISIBLE GLASS SO WHOEVER IS INSIDE, PEOPLE CAN SEE THEM FROM OUTSIDE. Oh my gosh. The clock showed me the time, it was 11pm. I took out my bible and read some words and prayed. Uh oh, i got homesick. I couldn't stop the tears from my eyes, it was so sad. I couldn't give my dad about my situation right then but... i couldn't. So, i decided to sleep. I didn't care what would Laura think when she saw me crying. Before that, i wrote a note about my first day and then..... SLEEP TIME. Good night, Wuhan.

Thursday, July 22, 2010

May 12 2010

Alright, so let's throw it back to May 12 2010.

I waited patiently until 12am and yeah, my family pulled a little prank at me. They called me in the middle of the night and I thought I was in trouble or something because my mom's face was tense and so was my siblings'. When I got into my parents' room, suddenly my mom and dad hugged me and said "happy birthday, sweetie." yeah my sis and bro were too! So we laughed and prayed at that time and before I went to sleep i tweeted Mandy Rain and asked her to follow me as a birthday gift, Unexpectedly, not only did she followed me, she also wished me a happy birthday! I was literally grinning like an idiot.

I also fed my classmates with a delicious Strawberry Cheesecake in class for each student. I'm such a nice friend. My teacher gave me and my sis permission to went home early from school cause I had a church event at the XXI Ballroom in Djakarta Theatre.

We got home and my dad gave me the dress that I thought he didn't let me buy two days ago.


That dress was the birthday present from my parents. I love them.

After shower, I felt really fresh and it was time to go back home and get ready for the event. I logged on my twitter and WOW there were so many mentions said "happy birthday". I felt like a celebrity for once. That was crazy and fun. I also asked this singer named Dylan Seeger, Sponge Bob (not sure if it's official but I don't care) and the one and only, Kimora Lee Simmons to wish me a happy birthday. I sounded so needy but psh, it's my birthday so...




I mean, come on. This had got to be one of the best birthdays I've had.


Also, Jordan Jansen wished me a happy birthday on Facebook. I didn't even ask him and he just did that. How lucky I was.
(So sorry for the low quality. I took it by my phone.)

Finally, we all headed to the ballroom and sadly, we were stuck in traffics. My mom nearly gave up saying, " Let's just go home. We're gonna be late." but my stubborn-self denied immediately. "No, mom. We can't. We have to go." So with that being said, we stayed quiet until we got bored and we decided to take pictures.


Ba-da-bim


Ba-da-boom

We arrived at the ballroom and I got to meet my parents' friends and I was introduced to so many new people in there. My sister and I met Gabby as well. Without thinking twice, we stick together because we thought we were the only 'kids' there. Like really.


Kezia, me, and Gabby

So it began. But not long after that, we got really really bored, so we sneaked out of the ballroom and got some snack because we're cool like that. We went into the 'fancy' bathroom and guess what we did? Took pictures like a typical teenaged girl would do.





I didn't know how long did I stay outside but when we got back, the event nearly finished. There was a concert by Andre Hehanusa and a couple of famous bands and singers from Indonesia. Also a fashion show by an Indonesian designer and I forgot the name of the designer. I have to say I was impressed by the show. It was spectacular.


I also met this guy and his wife. He's an Indonesian actor and I forgot his name oh my gosh. I was a terrible fan. All in all, he looked handsome and his wife was so beautiful. Adopt me perhaps?

I told the guy on the picture above that it's my birthday and guess what? He wished me a happy birthday for five times. Literally five times. But not in a row. We shook hands and he went home along with his beautiful wife.





So I took pictures on the grey carpet. Let me live people. It's my birthday and when I want to feel like a celebrity on my special day, let me be. I took pictures with my family as well. It was a great day. I will never forget this day and I'm looking forward to see what's waiting for me on May 12 2011.

Friday, October 9, 2009

Suasana 8c- 09102009

Blooog

Hari ini tuh gila banget -_- kan aku masuk skolah agak telat, cause you know laah masalah bangun pagi gue itu perlu di service haha. Karena pelajaran pertama aku Olah Raga, jadi baju yang aku pake dari rumah itu seragam putih-biru.
Gak deng.
Baju olah raga lah.
Bu-dum-tss

Nah hari pertama 8c lalui dengan doa dan renungan pagi. tapi temen-temen pada pengen doa aja karna kalau renungan pagi hari ini judul renungannya itu ngga enak dibaca dan didengar menurut anak-anak cowok 8C (because no doubt kalau mereka itu.........................agak bokep)
Judulnya itu............... liat aja sendiri di bukunya haha.

Setelah renungan, 8C disuruh Pak Edi turun ke bawah, turun lah kita ke bawah. Nah ternyata Pak Edi nyuruh 8C dan anak2 Fun Run (oh iya, kita lagi masuk minggu HATS loh!) buat lari untuk pemanasan dan latihan Fun Run (untung aja aku engga ikutan Fun Run soalnya mereka disuruh lari sesuai jalur Fun Run yang panjangnya 5 KM. Ya kali kan aku ikutan. Pengen sih ikut, tapi apa daya.)

Yaudah lari lah kita semua kayak orang apaan aja dah aneh bin ajaib larinya haha fyi aku sama Agatha baru aja makan pagi di kelas ternyata kekenyangan makan trus sakit perut serentak pas lagi lari. Parah ya ckckck. Abis itu lama-lama sih udah ilang sakitnya tapi aku masih sakit perut gara-gara lari itu -_- capek nya stengah idup hahaha. Aku sempet tinggalin Gatha (panggilan Agatha) jadilah tinggal aku sama Sara berdua yang jadi cewek pertama (wuah yang Fun Run aja ketinggalaan loh kecuali anak-anak cowok nya) Karena cepet sampe Finish, tadinya Priska sempet nanya kalo aku mau  ikut Fun Run atau engga, soalnya masih kurang satu anak. Aku sih mau mau aja asalkan temen-temen yang lain juga pada mau. Akhirnya aku sama Sara sampe duluan di sekolah dan terlihat Endion nungguin 8C haha. Dia tanya kan ke kita "yang lain mana?" Terus kita jawab aja "masih di belakang."

Di sekolah kita nungguin yang lain dan ternyata Chacha dateng sendirian, disusul sama yang lain hingga akhirnya anak2 8C berkumpul semua kecuali Priska dan Friska mereka emang Fun Run dan bener-bener ikut latihan. Kezia Er yang jadi salah satu yang ikut Fun Run ngga latihan karena katanya capek. Abis itu kita sempet ngumpul-ngumpul di kelas 8C sambil ngadem. Typical. Kebetulan ada Cindy, Ceping, dan Dinda setau aku. Katanya mereka ada latihan nari tapi belum mulai jadi nungguin di 8C deh. Tiba-tiba Cindy ngingetin kita kalau udah mau jam 9. Langsung deh kita pergi ke aula buat latihan senam lantai. Karena kelamaan nunggu, akhirnya kita mutusin buat cerita serem. Ada aku, Kezia Er, Indira, Chacha, Sara, Agatha, siapa lagi ya? Lupa. Pokoknya banyak lah. Cerita pun di mulai.

Cerita selesai. Haha.

Akhirnya Pak Edi dateng dan langsung nyuruh kita ke kelas karena jam OR nya udah selesai (seru lah pokoknya. Selama dua jam pelajaran OR, kita cuma lari, latihan kayang, ngobrol, cerita serem, dan becanda.) Aku langsung ke kelas dan pergi ke toilet sambil bawa tas isinya batik dan rok biru. Ganti baju deh di toilet. Udah ganti, kita nunggu bentar buat pelajaran BF (Biologi/Fisika) ternyata BF nya Bio dan kita disuruh bikin TTS buat latihan persiapan ulangan. Akhirnya jam BF selesai dan tibalah waktu istirahat.

Eh tiba-tiba Joey pamerin bekal dia. Ayam woku. Iya, ayam woku. Langsung lah si Marvin samperin Joey sambil bawa senjata demi ayam woku itu. Gak deng. But yeah he came to Joey buat minta bekal surgawi itu. Dengan pedenya, aku teriak, "DISINI YANG SUKA AYAM WOKU SLAIN GUE AGATHA JOEY SIAPA?" dan yang menjawab iya dengan (segenap hatiku. Gak deng.) cara angkat tangan adalah Priska dan Marvin. Selama ini aku kira yang doyan ayam woku cuma aku sama Gatha. Ternyata ada tiga orang lagi: Priska, Marvin, dan Joey. Wah. Gawat. Saingan makin banyak.

Akhirnya istirahat selesai dan Matematika deh sekarang. Yah kayaknya tadi Mat free class gitu. Abisan masternya (Pak Hendro) ngga dateng. There's not much to do pas pelajaran Mat. Ngga kerasa, pelajaran yang disukai sesaat itu selesai. BI deh.

Pas pelajaran BI kita disuruh lanjutin wawancara Joey soal futsal. Tugas pun selsai dengan cepat dan kelas kembali ramai.

Saking ramenya,

JAM DINDING KELAS PECAH WOI. 

Gara-gara tendangan Abi ya kl ngga salah. Gatau deh tapi nendangnya pake bolanya si Kezia Er. Bola futsal guys. Pas pelajaran Agama aku udah kerjain tugas dari Bu Josie. Abis itu diajak Kezia Er cerita serem lagi haha. Akhirnya bel istirahat kedua berbunyi tapi menyangkut crita serem tadi, Kezia mau nunjukkin video serem di HP nya. Yang jelas sih pasti diem-diem because of the school's rule yang ngga bolehin kita bawa HP ke sekolah. Sayangnya, video nya ngga ada. Gajadi nonton deh. Hu.

Pas udah istirahat kedua, aku masuk kelas dan B.Ing di mulai. Eh Ma'am Wiwin ngrurusin Science Camp. Free class lagi deh, tapi kali ini ada tugas. Sadly, pas ada tugas dibagiin Edgar, udah keburu bel hahaha. Ngga jadi ngerjain tugas deh.

Intinya, hari ini penuh sama free classes and horror stories.
Tamat.